My Ordinary

Jumat, 15 Oktober 2010

Anatomi sistem pencernaan

Sistem pencernaan terdiri dari saluran pencernaan yaitu saluran panjang yang merentang dari mulut sampai anus, dan organ – organ aksesoris seperti gigi, lidah, kelenjar saliva, hati, kandung empedu, dan pancreas.

Proses pencernaan melibatkan enzim – enzim sekretorik yang spesifik untuk berbagai makanan dan bekerja untuk menguraikan karbohidrat menjadi gula sederhana, lemak menjadi asam lemak bebas dan monogliserida, serta protein menjadi asam amino.

A. FUNGSI SISTEM PENCERNAAN

Fungsi utama system ini adalah untuk menyediakan makanan, air, dan elektrolit bagi tubuh dari nutrient yang dicerna sehingga siap diabsorpsi. Pencernaan berlangsung secara mekanik dan kimia, dan meliputi proses – proses berikut :

  1. Ingesti adalah masuknya makanan ke dalam mulut.
  2. Pemotongan dan penggilingan makanan dilakukan secara mekanik oleh gigi.
  3. Peristaltik adalah gelombang kontraksi otot polos involunter yang menggerakkan makanan tertelan melalui saluran pencernaan.
  4. Digesti adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi molekul kecil sehingga absorpsi dapat berlangsung.
  5. Absorpsi adalah pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen saluran pencernaan ke dalam sirkulasi darah dan limfatik.
  6. Egesti (defekasi) adalah proses eliminasi zat – zat sisa yang tidak tercerna.

B. GARIS BESAR SALURAN PENCERNAAN

Sistem pencernaan makanan pada manusia terdiri dari beberapa organ, berturut-turut dimulai dari 1. Rongga Mulut, 2. Esofagus, 3. Lambung, 4. Usus Halus, 5. Usus Besar, 6. Rektum, 7. Anus.

1. Mulut (oris)

Rongga mulut dibatasi oleh beberapa bagian, yaitu sebelah atas oleh tulang rahang dan langit-langit (palatum), sebelah kiri dan kanan oleh otot-otot pipi, serta sebelah bawah oleh rahang bawah.

a. Gigi(dentis)

- Fungsi : Berperan dalam proses mastikasi (pengunyahan).

- Bagian-bagian gigi adalah sebagai berikut:

• Mahkota Gigi : dilapisi oleh email dan di dalamnya terdapat dentin (tulang gigi).

• Tulang Gigi ; terletak di bawah lapisan email.

• Rongga gigi ; berada di bagian dalam gigi. Di dalamnya terdapat pembuluh darah, jaringan ikat, dan jaringan saraf.

b. Lidah (lingua)

- Lidah berfungsi untuk membantu mengunyah makanan yakni dalam hal membolak-balikkan makanan dalam rongga mulut, membantu dalam menelan makanan, sebagai indera pengecap, dan membantu dalam berbicara.

- Sebagai indera pengecap,pada permukaan lidah terdapat badan sel saraf perasa (papila). ada tiga bentuk papila, yaitu:

• Papila fungiformis

• Papila filiformis.

• Papila serkumvalata

c. Kelenjar Ludah

Kelenjar ludah menghasilkan saliva. Saliva mengandung enzim ptyalin atau amylase dan ion natrium, klorida, bikarbonat, dan kalium.

Fungsi saliva adalah :

- melarutkan makanan secara kimia,

- melembabkan dan melumasi makanan

- mengurai zat tepung menjadi polisakarida dan maltose

- zat buangan

- zat antibakteri dan antibodi

Kelenjar ludah terdiri atas tiga pasang sebagai berikut:

  1. Kelenjar sublingual adalah kelenjar saliva yang paling kecil, terletak di bawah lidah bagian depan.
  2. Kelenjar submandibular terletak di belakang kelenjar sublingual dan lebih dalam.
  3. Kelenjar parotid adalah kelenjar saliva paling besar dan terletak di bagian atas mulut depan telinga.

2. Esofagus (Kerongkongan)

- Esofagus merupakan saluran sempit berbentuk pipa yang menghubungkan faring dengan lambung (gaster). Yang panjang kira – kira 25 cm, diameter 2,5 cm. pH cairannya 5 – 6.

- Fungsi : menggerakkan makanan dari faring ke lambung melalui gerak peristalsis.

3. Lambung (gaster)

- Lambung merupakan organ berbentuk J yang terletak di bawah rusuk terakhir sebelah kiri. Yang panjangnya 20 cm, diameternya 15 cm, pH lambung 1 – 3,5.

- Lambung tediri atas kardiak, fundus, badan lambung, antrum, kanal pylorus, dan pylorus.

- Getah lambung mengandung:

a. Asam klorida (HCl). Berfungsi sebagai desinfektan,mengasamkan makanan dan mengubah pepsinogen menjadi pepsin.

b. Rennin, merupakan enzim yang berfungsi mengendapkan kasein (protein susu) dari air susu.

c. Pepsin berfungsi mengubah protein menjadi polipeptida..

d. Lipase, berfungsi untuk mencerna lemak.

- Fungsi lambung adalah:

1. Penyimpan makanan

2. Memproduksi kimus

3. Digesti protein

4. Memproduksi mucus

5. Memproduksi glikoprotein

6. Penyerapan

4. Usus halus (Intestinum tenue)

- Usus halus adalah tempat berlangsungnya sebagian besar pencernaan dan penyerapan yang panjangnya sekitar 6 m berdiameter sekitar 2,5 cm. sedangkan pHnya 6,3 – 7,6. Dinding usus halus terdiri atas tiga lapis, yaitu tunica mucosa, tunica muscularis, dan tunika serosa. Tunica muscularis merupakan bagian yang menyebabkan gerakan usus halus.

- Fungsi usus halus :

1. Mengakhiri proses pencernaan makanan. Proses ini diselesaikan oleh enzim usus dan enzim pangkreas serta dibantu empedu dalam hati.

2. Usus halus secara selektif mengabsorbsi produk digesti.

- Usus halus dibedakan menjadi tiga bagian,yaitu:

a. Deudenum (usus dua belas jari). Deudenum panjangnya sekitar 25 cm, diameternya 5 cm.

b. Jejunum (usus kosong). Panjangnya sekitar 1 m sampai 1,5 m, diameternya 5 cm.

c. Ileum (usus belit/ usus penyerapan). Panjangnya sekitar 2 m sampai 2,5 m, diameternya 2,5 cm.

- Kelenjar – kelenjar usus menghasilkan enzim – enzim pencernaan, yaitu :

a. Peptidase, berfungsi mengubah peptide menjadi asam amino

b. Sukrase, berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.

c. Maltase, berfungsi mengubah maltose menjadi glukosa

d. Laktase, berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa

5. Usus Besar (colon)

- Usus besar adalah saluran yang berhubung dengan bagian usus halus ( ileum ) dan berakhir dengan anus. Yang panjangnya sekitar 1,5 m dan diameternya kurang lebih 6,3 cm. pH nya 7,5 – 8,0.

- Fungsi dari usus besar adalah :

1. Mengabsorbsi 80 % sampai 90 % air dan elektrolit dari kimus yang tersisa dan mengubah kimus dari cairan menjadi massa semipadat.

2. Memproduksi mucus

3. Mengeksresikan zat sisa dalam bentuk feses.

- Usus besar dibedakan menjadi tida bagian, yaitu :

a. Coecum. Merupakan pembatas antara ileum dengan kolon.

b. Kolon. Pada kolon terjadi gerakan mencampur isi kolon dengan gerakan mendorong.

Pada kolon ada tiga divisi yaitu :

- Kolon asendens; yang merentang dari coecum sampai ke tepi bawah hati disebelah kanan dan membalik secara horizontal pada fleksura hepatika.

- Kolon transversum ; merentang menyilang abdomen ke bawah hati dan lambung sampai ke tepi lateral ginjal kiri, tempatnya memutar ke bawah pada fleksura spienik.

- Kolon desendens; merentang ke bawah pada sisi kiri abdomen dan menjadi kolon sigmoid berbentuk S yang bermuara di rectum.

c. Rectum. Merupakan tempat penampungan sementara feses sebelum dibuang melalui anus. Yang panjangnya 12 – 13 cm.

6. Anus

Anus merupakan lubang pada ujung saluran pencernaan. Pada anus terdapat dua macam otot,aitu:

a. Sfingter anus internus; bekerja tidak menurut kehendak.

b. Sfingter anus eksterus; bekerja menurut kehendak.

Proses pengeluaran feses di sebut defekasi. Setelah retum terenggang karena terisi penuh, timbul keinginan untuk defekasi.

C. KELENJAR PENCERNAAN

Pencernaan makanan berlangsung dalam alat pencernaan. Berlangsungnya proses ini juga dibantu oleh kelenjar pencernaan. Kelenjar pencernaan itu adalah;
1. Hepar (hati)

Hati merupakan kelenjar terbesar dan terpenting dalam tubuh. Hati terdiri atas dua lobus. Setiap lobus memiliki saluran untuk mengangkut cairan empedu,yakni duktus hepatikus.

Fungsi empedu adalah :

- Mengemulsikan lemak dalam usus halus.

- Mengabsorbsi lemak

- Membantu dalam pengeluaran kolesterol dari dalam tubuh

Secara umum, hati mempunai fungsi:

a. Memproduksi cairan empedu

b. Memetabolisme protein, lemak dan karbohidrat

c. Penyimpanan mineral dan vitamin larut lemak.

d. Pusat detoksifikasi zat yang beracun di dalam tubuh.

e. Penyimpanan darah

f. Memproduksi panas

2. Pankreas

- Pankreas merupakan kelenjar yang besifat endokrin dan eksokrin. Bersifat endokrin karena menghasilkan hormone insulin dan hormone glukogen yang dimasukkan ke darah. Bersifat eksokrin karena menghasilkan enzim pencernaan. Keluarnya enzim dari pancreas karena dipengaruhi oleh enzim pankreozimin.

- Pankreas menghasilkan enzim-enzim pencernaan sebagai berikut:

a. Tripsinogen, diaktifkan oleh enzim enterokinase menjadi tripsin. Tripsin berfungsi mengubah polipeptida menjadi peptida.

b. Kimotripsinogen, diaktifkan oleh tripsin menjadi kimotripsin yang berfungsi membantu tripsin.

c. Peptidase, berperan mengubah senyawa peptide menjadi asam amino .
d. Lipase, berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
e. Amilase, berfungsi mengubah amilum menjadi maltosa.
f. Nuklease, berfungsi memecah asam nukleat menjadi nukleotida.
g. NaHCO3atau KHCO3 atau ion bikarbonat HCO3-, berfungsi menetralkan suasana asam yang berasal dari lambung.

DAFTAR PUSTAKA

http// The Real Me : Sistem Pencernaan pada Manusia. Com/ diakses 04 Oktober 2010.

http://medicastore.com/penyakit/9/Biologi_Sistem_Pencernaan.html / diakses 04 Oktober 2010

J.Corwin, Elizabeth.,2001. Buku Saku Patofisiologi. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta

Scanlon, Valerie., 2007. Buku Ajar Anatomi dan Fisiologi Edisi 3. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Sherwood, Lauralee., 2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem Edisi II. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Sirregar, Haris., 1995. Fisiologi Gastrointestinal. Fakultas Kedokteran UNHAS. Makassar.

Sloane, Ethel., 2003. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Penerbit buku kedokteran EGC. Jakarta.

Tambayong,jan., 2001. Anatomi dan Fisiologi untuk Keperawatan. Penerbit buku kedokteran. Jakarta.

Verrial, W.Eddyman, dkk., 2005. Anatomi Fisiologi Manusia. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Senin, 07 Juni 2010

Efek Samping Obat dan Solusi Sakit Maag

Tanya:

Suami saya mengalami masalah di lambung (buang air dan feses cair) selama kurng lbih 2 bulan. Oleh dokter diberi tripanzym (mengandung pancreatin 170 mg dan activated dimethylpolysiloxan) dan Rantin 150 (mengandung ranitidine HCL). Namun setelah tiga hari pemakaian, ginjal suami saya terasa nyeri dan sakit di seluruh pinggang. Apakah ini efek samping dari salah satu obat tersebut? Apakah harus dihentikan pemakaiannya?

Terima kasih.
Arief

Jawab:

Dear Arief

TRIPANZYM mengandung pancreatin 170 mg dan dimetilpolisiloksan teraktifasi 80 mg (activated dimethylpolysiloxane 80 mg). Indikasinya: kembung pada penelanan udara, insufisiensi pankreas, gangguan hati, empedu, lambung dan usus, kembung setelah operasi, sindroma lambung-jantung. Tripanzym digunakan sebagai anti-kembung (antiflatulence) untuk persiapan menjalani radiografi (rontgen); tersedia dalam kemasan kaplet salut gula 10 x 10 biji. Dosisnya: 1-2 kaplet, untuk radiografi (rontgen) 4 x sehari 1 kaplet selama 2 hari.
Pancreatin

Pancreatin merupakan kombinasi enzim pankreas yang digunakan untuk meningkatkan (memperbaiki) proses pencernaan makanan yang berlemak. Secara umum, jangan mengkonsumsi pancreatin jika alergi pancreatin atau memiliki radang pankreas.
Pancreatin dikonsumsi dengan makanan. Bila lupa, segeralah minum. Jangan minum 2 dosis sekaligus. Konsumsilah pancreatin sesuai petunjuk dokter Anda. Bacalah petunjuk dan dosis pemakaian yang tertera di brosur obat.
Efek samping pancreatin antara lain: konstipasi (sulit buang air besar), diare (mencret), nyeri perut, buang air kecil lebih sering daripada biasanya, nyeri atau sulit berkemih, nyeri atau pembengkakan sendi.
Efek samping yang “kurang serius” meliputi: nyeri perut yang ringan, tinja berminyak (greasy stools), iritasi dubur, perut kembung (bloating or gas).
Pada dosis tinggi dapat terjadi: kram perut, mual. Dalam dosis yang sangat tinggi, dapat berakibat: perdarahan di urin (air seni mengandung darah), nyeri sendi, pembengkakan kaki. Bila dibuka, atau dalam bentuk serbuk, maka pancreatin bila terhirup akan berakibat: sesak nafas, hidung tersumbat (stuffy nose), rasa sesak di dada, bermasalah saat bernafas, dan mengi (wheezing). Dalam bentuk tablet, bila terkena mulut maka akan meng-iritasi mulut.
Segeralah menghubungi dokter terdekat bila saat mengonsumsi pancreatin, terjadi efek samping BERAT berikut ini: reaksi alergi yang berat/parah yang berupa: ruam kemerahan di kulit (rash), biduren (hives), gatal, sulit/sesak saat bernafas, rasa tercekik/terikat di dada, pembengkakan (di bibir, mulut, wajah, lidah, kerongkongan, atau tenggorokan).
Ranitidine

Hentikan penggunaan ranitidine bila terjadi efek samping berikut: reaksi alergi (biduren), sulit bernafas, pembengkakan (di wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan).
Segeralah ke dokter terdekat bila terjadi: nyeri dada, demam, nafas pendek, batuk berdahak hijau atau kuning, mudah memar atau berdarah, merasa lemah yang tidak seperti biasanya, detak jantung yang cepat atau lambat, problem penglihatan, sakit tenggorokan, pusing dengan kulit melepuh, terkelupas, dan ruam kulit kemerahan. Mual, nyeri perut, hilang selera makan, urin (air kemih) berwarna gelap, tinja berwarna seperti tanah liat/lempung (clay-colored stools), jaundice (kulit atau mata menguning).
Efek samping ranitidine yang “kurang serius” meliputi: sakit kepala (bisa berat), mengantuk (drowsiness), sensasi berputar (dizziness), gangguan tidur (insomnia), menurunnya gairah seks, impoten, atau sulit mengalami orgasme, payudara membengak atau melunak (pada pria), mual, muntah, nyeri perut, diare, atau konstipasi.
Efek samping ranitidine yang BERAT meliputi: serak/parau yang tidak biasanya, perubahan produksi urin (air seni), bingung (confusion), depresi, halusinasi, denyut jantung yang cepat, lambat, atau tidak teratur, sakit kepala yang berat atau menetap, demam, merasa dingin, atau sakit tenggorokan.
Ranitidine HCL

Efek samping yang terjadi biasanya adalah sakit kepala (headache), terkadang berat. Segeralah berkonsultasi ke dokter.
Setelah mencermati keluhan sumi Anda yaitu: ginjal terasa nyeri dan sakit di seluruh pinggang, maka menurut kami, kedua hal ini bukan efek samping dari obat yang diberikan dokter, sehingga obat tidak perlu dihentikan.
Solusi Sakit Maag
Sekadar informasi tambahan berikut ini beberapa rekomendasi rekan sejawat kami, Dr. Sukma Merati, untuk penderita maag (lambung):
Dianjurkan untuk makan secara teratur. Jangan langsung “mengisi” lambung dengan banyak makanan-minuman dalam waktu yang singkat.
Sering-sering makan namun dalam porsi kecil, boleh berupa camilan (makanan ringan), atau minum susu. Ini akan melatih lambung untuk menormalkan sekresi asam lambung.
Bila sewaktu-waktu merasa lapar, sebaiknya segera makan biskuit atau minum susu.
Semua jenis susu (termasuk susu kefir) sangat baik bagi penderita maag karena bersifat alkali (basa), sehingga dapat menetralkan asam lambung. Susu cair maupun susu bubuk, sama baiknya.
Bila menderita maag sangat dianjurkan untuk mengonsumsi: kacang kedelai, susu kedelai, jus apel, jus lidah buaya. Jus lidah buaya (aloe vera) dapat dikonsumsi kapan saja (sebelum atau sesudah makan).
Buah pisang, pepaya, dan pir aman untuk penderita maag.
Bengkoang juga berdampak bagus bagi lambung, asal dikunyah sampai halus.
Buah yang ada rasa asam-nya, kurang dianjurkan untuk penderita maag.
Kue yang lembut dan TIDAK merangsang (hindari kue yang beraroma atau rasa durian, nanas, nangka) boleh dikonsumsi penderita maag.
Madu baik dikonsumsi oleh penderita maag maupun orang normal karena kaya akan mineral dan trace-elements yang kita butuhkan. Madu tidak spesifik untuk sakit maag.

Pantangan bagi penderita maag, untuk makanan: HINDARI untuk selamanya tape, asam, pedas, santan, gorengan, durian, nanas, nangka dan semua jenis makanan bertekstur kasar. Jenis minuman yang harus dihindari: alkohol, soft drink.
Hindari jus jambu biji (guava) bagi penderita maag. Jus ini kaya vitamin C yang bersifat asam, sehingga menambah keasaman lambung.
Kunyit dan temulawak tidak bermanfaat untuk penderita maag, karena sifatnya yang mengaktifkan gerakan pencernaan, jadi memicu sekresi asam lambung.
Untuk penderita maag, HINDARI makanan dan minuman dingin.
Obat-obat untuk radang lambung (gastritis), biasanya hanya berefek sesaat/sementara.
Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat.

Salam SEHAT dan SUKSES selalu !!!


Vhaiz>>>>>>>

Pabrik nano dapat mengawasi adanya komunikasi bakteri Kata Kunci: bakteri, komunikasi, komunikasi bakteri, sinyal autoinducer

Para ilmuwan di Amerika Serikat telah mengembangkan suatu microdevice yang menyelidiki bagaimana bakteri berkomunikasi dengan satu sama lain untuk meningkatkan resistansi mereka terhadap suatu obat.

Bakteri berkomunikasi pada suatu proses yang disebut quorum sensing, dimana mereka mengeluarkan molekul yang memberi sinyal kecil disebut dengan autoinducers. Saat suatu bakteri menghasilkan quorum, resistansi mereka terhadap obat meningkat. William Bentley dan rekan kerjanya dari University of Maryland telah mengembangkan pabrik skala nano yang terinspirasi dengan bio dimana dapat menangkap bakteri, mengantarkan suatu obat tepat pada permukaan bakteri dan menguji tanggapan mereka.

‘Keseluruhan tujuan ini adalah untuk memahami bagaimana patogen berkomunikasi dengan satu sama lain untuk membuat suatu tim yang lebih dapat berformasi ketimbang masing-masing sel individu. Kita sedang mencoba untuk mengungkap apa sih sebenarnya quorum tersebut dan bagaimana cara kerjanya’, jelas Bentley.


Microdevice dapat membantu mengembangkan generasi selanjutnya dari antimicrobials

Pabrik nano merakit diri mereka sendiri pada elektroda yang diselubungi oleh chitosan didalam suatu alat microfluidic. Mereka berisi modul yang sangat banyak dimana masing-masing menunjukkan suatu fungsi berbeda, termasuk mentargetkan dan menangkap sel bakteri, merasakan bahan mentah disekitarnya dan mengubah bahan mentah menjadi beberapa molekul autoinducer dan mentransportasikan kembali pada permukaan sel bakteri. Bentley menggunakan sel bakteri yang secara khusus dibentuk untuk mengekspresikan protein fluorescent sebagai tanggapan terhadap pemberian sinyal autoinducer, yang sangat mudah dapat dilihat. Beberapa molekul autoinducer yang dibuat oleh pabrik nano yang memicu tanggapan quorum sensing dari bakteri, menyebabkan mereka untuk mengekspresikan protein fluorescent.

‘Kita sedang mengembangkan peralatan yang memungkinkan perakitan sistem biologikal kompleks yang cepat dan biaya efektif pada suatu alat sehingga alat tersebut dapat menginterogasi apa yang biologi sedang lakukan’, tambah Bentley.

Michael Shuler, seorang ahli tentang bioengineering pada Cornell University, Ithaca, Amerika Serikat, menyebut konsep pabrik nano ‘Sangatlah membangkitkan minat dan baru’. Dia mengatakan bahwa sementara mengaplikasikan teknik untuk menangkap bakteri quorum sensing bacteria sangatlah penting dalam mengkontrol beberapa tipe bakteri tanpa antibiotik, thal yang paling menggembirakan bagi dirinya adalah potensi pabrik nano untuk diintegrasikan dengan microfluidic atau teknologi nano lainnya.

Di masamendatang Bentley berharap bahwa meningkatnya sistem biologikal kompleks dapat dirakit guna menciptakan kembali lingkungan yang bakteri dapat melihatnya. Dia berharap untuk menggunakan metode guna memelajari sistem lain termasuk epithelial dan sel kanker.

Fay Nolan-Neylan

Minggu, 06 Juni 2010

OSN III 2004 Chemistry

OLIMPIADE SAINS NASIONAL Ke III



Kimia
SOAL ESSAY

BAGIAN II: Essay :

Kimia Fisik Anorganik


Soal 1. (14 poin)


Sebanyak 0,2234 g senyawa X yang mengandung karbon, hidrogen, nitrogen dan oksigen dengan formula umum CaHbNcOd, dibakar dengan oksigen berlebih dan menghasilkan gas CO2, H2O dan NO2. Gas-gas yang dihasilkan tersebut diperlakukan lebih lanjut untuk mengubah produk oksida nitrogen menjadi N2. Kemudian campuran gas CO2, H2O, N2 dan kelebihan O2 dilewatkan melalui tabung pengering CaCl2, yang setelah pengeringan selesai bertambah massanya sebesar 0,1984 g. Aliran gas kemudian dilewatkan kedalam air, di mana gas CO2 membentuk H2CO3. Larutan asam ini kemudian dititrasi sampai semua H+ habis bereaksi, dan ternyata diperlukan sebanyak 57,62 mL larutan 0,3283 M NaOH. Kelebihan O2 dihilangkan dengan mereaksikannya dengan logam tembaga dan N2 yang diperoleh ditampung dalam tabung sebesar 450,0 mL dengan tekanan 65,12 mmHg pada 25 °C. Telah ditentukan bahwa massa molar senyawa tersebut adalah 150 g.mol-1.

a. Berdasarkan percobaan tersebut maka:

i. Tuliskanlah dan setarakan persamaan reaksi pembakaran zat X tersebut.

ii. Apa peranan CaCl2 dalam percobaan tersebut, tuliskan reaksi yang terjadi.

iii. Tuliskan reaksi yang terjadi bila campuran gas tersebut dialirkan kedalam air.

Dari paparan di atas maka:

b. Hitunglah masing masing jumlah mol H2O, CO2, N2 yang dihasilkan.

c. Tentukan massa C, H, N, dan O dalam 0,2234 g senyawa X.

d. Tentukan rumus empiris senyawa X tersebut.

e. Tentukan rumus molekul senyawa X tersebut.


Tunggu soal-soal berikutnya>>>>

Atau dapatkan di website Kimia berikut :

http://www.chem-is-try.org/latihan/soal-osn/soal-essay-osn-iii-2004-bidang-kimia/

Derajat Ionisasi

Persiapkan juga peralatannya yaitu bola lampu kecil, kabel, batangan logam besi atau tembaga, selanjutnya dirangkai seperti Gambar 8.2



Gambar 8.2. Rangkaian peralatan untuk uji sifat daya hantar listrik larutan

Jika kita lakukan pengamatan, dan hasil pengamatan disederhanakan seperti Table 8.1 di bawah ini :



Tabel 8.1. Pengamatan daya hantar listrik pada larutan

Dari hasil pengamatan percobaan dapat disimpulkan bahwa larutan dapat dibagi menjadi dua bagian. Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik adalah larutan elektrolit. Sedangkan larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik adalah larutan non-elektrolit, dan kita simpulkan pada Tabel 8.2.



Tabel 8.2. Contoh larutan yang bersifat elektrolit dan non-elektrolit

Percobaan berikutnya dapat kita lakukan terhadap beberapa larutan elektrolit misalnya, larutan natrium klorida (NaCl), tembaga (II) sulfat (CuSO4), asam nitrat (HNO3), asam cuka (CH3COOH), asam oksalat (C2H2O4) dan asam sitrat (C6H8O7).

Dengan cara yang sama dengan percobaan diatas, hasil pengamatan disederhanakan dalam Tabel 8.3 dibawah ini.



Tabel 8.3. Pengamatan daya hantar terhadap beberapa larutan elektrolit

Hasil ini mengindikasikan bahwa terdapat dua larutan elektrolit yaitu larutan elektrolit kuat dan lemah yang ditunjukkan dengan nyala lampu, Lihat Tabel 8.4.

Kuat lemahnya larutan elektrolit sangat ditentukan oleh partikel-partikel bermuatan di dalam larutan elektrolit. Larutan elektrolit akan mengalami ionisasi, dimana zat terlarutnya terurai menjadi ion positif dan negatif, dengan adanya muatan listrik inilah yang menyebabkan larutan memiliki daya hantar listriknya.

Proses ionisasi memegan peranan untuk menunjukkan kemapuan daya hantarnya, semakin banyak zat yang terionisasi semakin kuat daya hantarnya. Demikian pula sebaliknya semakin sulit terionisasi semakin lemah daya hantar listriknya.

Kekuatan ionisasi suatu larutan diukur dengan derajat ionisasi dan dapat disederhanakan dalam persamaan dibawah ini:



Untuk larutan elektrolit besarnya harga 0 < ɲ ч 1, untuk larutan non-elektrolit maka nilai ɲ = 0.

Dengan ukuran derajat ionisasi untuk larutan elektrolit memiliki jarak yang cukup besar, sehingga diperlukan pembatasan larutan elektrolit dan dibuat istilah larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah. Untuk elektrolit kuat harga ɲ = 1, sedangkan elektrolit lemah harga derajat ionisasinya, 0 < ɲ < 1. Untuk mempermudah kekuatan elektrolit skala derajat ionisasi pada Gambar 8.3.



Gambar 8.3. Skala derajat ionisasi untuk larutan elektrolit

Paul Sabatier

Paul Sabatier, Penerima hadiah Nobel Kimia tahun 1912 Kata Kunci: Katalisis, logam sulfat, Paul Sabatier Ditulis oleh Wahyudi pa
Bagikan
Paul SabatierPaul Sabatier dilahirkan di Carcasonne di Perancis Utara pada tanggal 5 November 1854. Ia dididik di Lycѐe dan disiapkan di Toulouse untuk ujian masuk ke École Polytechnique dan the École Normale Supérieure. Ia diterima di kedua kampus dan memilih kampus terakhir yang ia masuki pada tahun 1874; tiga tahun kemudian ia lulus, yang pertama di kelasnya. Ia mengajar fisik selama setahun di sekolah setempat di Nîmes sebelum pergi ke Collège de France pada tahun 1878 sebagai asisten Berthelot. Ia menerima gelar Dooctor of Science (D.Sc) pada tahun 1880.

Sabatier mengambil kursus fisika di Fakultas sains di Bordeaux hingga Januari 1882, ketika ia menerima jabatan yang sama di Universitas Toulouse. Ia pun menjadi bertanggung jawab untuk kursus ilmu kimia pada tahun 1883, dan dipilih menjadi profesor Kimia pada tahun 1884, sebuah jabatan yang ia pegang hingga masa pensiun pada tahun 1930. Ia menjadi Dekan Fakultas Sains pada tahun 1905 dan tetap mengajar meski pensiun hingga ia meninggal tahun 1941. Ia sangat percaya pada Toulouse dan menampik banyak tawaran posisi menarik di mana saja, terutama sebagai pengganti Moissan di Sorbonne pada tahun 1908.

Penelitian awal Sabatier terfokus pada termokimia sulfur dan senyawa logam sulfat, yang menjadi judul tesis untuk gelar doktornya, dan di Toulouse, ia melanjutkan penelitian kimia fisikanya pada sulfida, klorida, khromat, dan senyawa tembaga. Ia juga mempelajari oksida nitrogen dan asam nitrosodisulfonat dan garamnya, dan melaksanakan penelitian mendasar tentang koefisien partisi dan spektrum absorpsi.

Ketika ia memulai penelitiannya pada fenomena katalisis, Sabatier langsung menunjuk keanehan dalam hukum fisika Faraday dan ia menyusun teori kimanya yang mempostulasikan pembentukan senyawa antara yang tidak stabil. Penelitian seksamanya dan penemuan penggunaan logam katalis hidrogenasi yang sangat halus membentuk dasar margarin, hidrogenasi minyak, dan industri metanol sintetis. Ia mendemonstrasikan selektivitas aksi katalitik dan juga selektivitas katalis sebagai racunm seperti halnya perkenalan, penggunaan dan menunjukkan hasil aktivitasnya yang telah diperbaiki. Ia juga melakukan studi tertutup pada hidrasi katalitik dan dehidrasi, menguji secara hati-hati kemungkinan reaksi spesifik dan aktivitas umum berbagai katalis.

Penelitian Sabatier secara akurat tercatat dalam publikasi organisasi ilmiah dan bukunya yang paling penting La Catalyse en Chimie Orgarnique (Katalis dalam kimia Organik), dipublikasikan pertama kali pada tahun 1913, dengan edisi kedua pada tahun 1920, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh E.E. Reid yang dipublikasikan pada tahun 1923.

Sabatier adalah anggota Akademi Sains Perancis dan Komandan Légion d’Honneur. Ia adalah Doctor of Science (D.SC.), honoris causa, dari Universitas Philadelphia dan anggota kehormatan Royal Society London, Akademi Madrid, Akademi Sains Kerajaan Belanda, Himpunan Kimia Amerika, dan banyak institusi asing lainnya. Ia mendapat penghargaan Prix Lacate ( pada tahun 1897); Prix Jecker ( pada tahun 1905); Medali Davy (pada tahun 1915) dan Medali Kerajaan (pada tahun 1918) dari Royal Society; dan Medali Franklin dari Institut Franklin (pada tahun 1933). Untuk metode yang dikembangkannya dalam hidrogenasi senyawa organik dengan keberadaan logam halus, ia mendapat hadiah Nobel Kimia pada tahun 1912, berbagi hadiah dengan Victor Grignard, yang menerimanya dengan penemuan pereaksi yang disebut pereaksi Grignard.

Paul Sabatier adalah laki-laki yang tekun. Ia menikah dengan Mlle. Herail dan mereka memiliki empat anak perempuan, satu di antaranya menikah dengan ahli kimia Italia, Emilio Pomilio. Ia sangat tertarik pada seni dan berkebun.

Ia meninggal pada tanggal 14 Agustus 1941.